Coffee Shop Aesthetic Kenapa Semua Cafe Tiba Tiba Terlihat Mirip Satu Sama Lain
Kemungkinan besar ada beberapa kesamaan.
Dinding warna krem.
Lampu gantung hangat.
Kursi kayu.
Tanaman di sudut ruangan.
Dan tentu saja,
tulisan menu dengan font yang terlihat minimalis.
Menariknya,
fenomena ini terjadi hampir di mana mana.
Dari kota besar sampai kota kecil,
banyak coffee shop mulai terlihat seperti saudara kembar yang terpisah saat lahir.
Pertanyaannya,
kenapa semua tempat tiba tiba terlihat mirip?
Instagram Diam Diam Mengubah Desain Coffee Shop
Kalau ditarik ke belakang,
salah satu penyebab terbesar mungkin adalah media sosial.
Pemilik cafe sadar bahwa pelanggan modern
tidak hanya membeli kopi.
Mereka juga membeli pengalaman visual.
Karena itu,
desain ruangan mulai dibuat agar terlihat bagus di foto.
Semakin sering sebuah sudut diunggah ke Instagram atau TikTok,
semakin besar peluang tempat tersebut menjadi ramai.
Warna Krem Menjadi Raja Baru Dunia Cafe
Menariknya,
hampir semua tren desain cafe beberapa tahun terakhir
mengarah ke warna yang sama.
Krem.
Beige.
Cokelat muda.
Putih hangat.
Alasannya sederhana.
Warna tersebut terlihat bersih,
nyaman,
dan cocok difoto dalam berbagai kondisi cahaya.
Akibatnya,
banyak coffee shop akhirnya menggunakan palet warna yang hampir identik.
Pelanggan Ternyata Ikut Mendorong Tren Ini
Lucunya,
bukan cuma pemilik cafe yang membuat semuanya terlihat sama.
Pelanggan juga punya peran besar.
Banyak orang cenderung memilih tempat yang terasa familiar.
Tempat yang terlihat nyaman.
Tempat yang sudah terbukti populer.
Karena itu,
konsep yang berhasil sering kali langsung ditiru oleh tempat lain.
Masalahnya Mulai Sulit Dibedakan
Di sinilah tantangannya muncul.
Ketika semua tempat terlihat mirip,
pelanggan mulai sulit mengingat perbedaannya.
Kadang orang ingat kopinya.
Kadang ingat lokasinya.
Namun desainnya terasa seperti pernah dilihat di tempat lain.
Akibatnya,
identitas sebuah coffee shop bisa menjadi kurang kuat.
Cafe yang Berani Beda Justru Mulai Dilirik
Menariknya,
tren sekarang mulai bergerak ke arah sebaliknya.
Beberapa coffee shop justru sengaja tampil unik.
Ada yang mengusung tema retro tahun 90-an.
Ada yang tampil seperti perpustakaan.
Bahkan ada yang dibuat menyerupai bengkel atau studio musik.
Karena ketika semuanya terlihat sama,
tampil berbeda menjadi strategi yang menarik.
Menurut Pakar Branding Tempat Harus Punya Identitas
Menurut analisis dari
Forbes
,
sebuah bisnis yang memiliki identitas visual kuat
cenderung lebih mudah diingat pelanggan.
Oleh karena itu,
desain yang unik sering menjadi aset jangka panjang
bagi sebuah brand.
Kesimpulan Tentang Coffee Shop Aesthetic
Coffee shop aesthetic memang membuat banyak tempat terlihat cantik.
Namun,
ketika semua mengikuti formula yang sama,
perbedaannya mulai menghilang.
Dan mungkin,
tren berikutnya bukan lagi soal menjadi paling estetik.
Tapi soal menjadi tempat yang punya karakter,
cerita,
dan identitas yang benar benar berbeda dari yang lain.



Post Comment